Recent Posts

nama saya D H E V I bukan D H E I A

17 Desember 2010


Semoga kritik dan saran yang ada membangun dan membawa kebaikan ke depannya. Amin :)

Kritik :


1. Nilai nya tidak sesuai dugaan!
Bukannya siswa su'udzan. Namun semua siswa telah mempersiapkan ujian dengan sebaik mungkin dan dengan persiapan yang sangat matang. Namun alhasil nilainya kisaran 6-8. Menembus angka 9 bisa dihitung jari. Itu membuat siswa pesimis dan satu hal yang terbesit di pikiran siswa "ada apa dengan scannya?". Kenapa satu yang menjadi sasaran adalah scanner? Di sini saya tidak hanya ingin banyak bicara, namun saya juga membawa fakta. Kejadiannya tepat Kamis, 16 Desember 2010. Saat itu ulangan sejarah kelas saya, bilingual dibagikan. Dan... taraa!!! Nilainya sangat klasik -___________- kisaran 6-8. Hal itu membuat kami gatal dan ingin memeriksanya secara manual. Dengan seizin ibu guru mata pelajaran yang bersangkutan, kami mendapat kunci jawaban dan kami memulai memeriksa. Dan ternyata BENAR!!! Kita ambil satu sampel. Nilai yang seharusnya 86 menjadi 74. Nilai yang seharusnya 80 menjadi 86. Hal itu sungguh diluar dugaan dan membuat kami berpikir, "apakah hal ini juga terjadi pada mata pelajaran lainnya?"






2. Nama nya tidak sesuai dugaan!
Sangat jelas sekali pada LJK saya. Nama saya DHEVI ARISTI H. Ketika salah satu nilai ulangan dibagikan saya sangat terkejut! Nama saya DHEIA ARISTI H. Waaaa ko beda banget ya??



Saran :


1. Dua kali penyaringan
Ingatkah anda semua dengan iklan minyak goreng dengan lagu khasnya "... dua kali dua kali... penyaringan...". Mari kita belajar dari minyak goreng. Tak ada salahnya, kan? Minyak saja disaring dua kali. Mengapa nilai UAS kita tidak? Apalagi jika pengoreksiannya menggunakan scanner. Yang jelas-jelas menggunakan bantuan tekhnologi yang kita sendiri tidak bisa menjamin keberhasilan dan ketelitiannya. Agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi alangkah baiknya jika kita memeriksanya dua kali. Setelah menggunakan scanner, periksa ulang dengan manual.


2. Memberikan pengarahan kepada siswa
Antara lain mengingatkan agar menggunakan pensil yang sesuai kodrat SCANNER agar bisa terbaca. Menggunakan penghapus yang benar-benar kinclong. 






3. Memberi kisi-kisi yang J E L A S kepada siswa.
Hal ini demi memudahkan belajar siswa.


4. Bedakan supaya adil dan efisien!
Remidi. Pemenuhan nilai standart minimal 75. Jika kurang dari itu maka remidi. Agar lebih mudah dan efisien, caranya antara lain:
Memberikan soal kepada siswa dengan poin nilai satu soal ditentukan oleh guru yang bersangkutan. Mengerjakan soal sejumlah nilai yang harus dicapai. Misalkan nilai 70. Satu soal bernilai 5 poin. Maka dia hanya wajib mengerjakan soal 1 nomor saja.

0 komentar:

Posting Komentar